1. Terdekat namun Paling Akhir
Traveling Australia merupakan trip spesial untuk saya karena akan menyempurnakan jejak saya menginjakkan kaki secara paripurna di seluruh lima benua yang ada. Dimulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan terakhir Australia.
Australia adalah benua terdekat namun justru yang paling akhir dijejak. Saya jadi ingat anekdot saya dan orang Korea saat di Jepang dulu. Waktu itu saya heran bahwa dia baru pertama kali ke Jepang padahal Jepang sangat dekat dengan Korea. Tapi kemudian saya malu sendiri bahwa saat itu saya juga belum pernah ke Singapura padahal sangat dekat dengan Indonesia.
Jadi saya sama saja dengan orang Korea itu. Dulu saya belum pernah ke Singapura padahal sangat dekat. Sekarang saya baru akan ke Autralia padahal ini adalah benua yang paling dekat ke Indonesia.
Namun demikian seharusnya Australia adalah benua ketiga yang saya kunjungi sebelum ke Amerika dan Afrika. Tapi pandemi Covid mengubahnya. Karena sebenarnya saya sudah punya tiket Australia untuk keberangkatan Mei 2020. Tiket itu sudah dipesan setahun sebelumnya dan sudah issued. Tiket itu bahkan untuk kami sekeluarga enam orang.
Ceritanya sebuah maskapai LCC mengeluarkan promo yang menurut saya sangat murah. Hanya dengan 20jt saja maka sudah bisa dapat tiket ke Australia pp untuk 6 orang sekaligus. Artinya hanya sekitar 3,3jt/orang pp.
Tapi semua kita sudah tahu bahwa kemudian covid melanda. Negara-negara menutup perbatasannya dan semua penerbangan dibatalkan. Tiket kami sekeluarga tentu saja termasuk yang dibatalkan. Tapi walau penerbangan dibatalkan namun masih untung uang tiket 20 juta masih dikreditkan ke akun saya. Nanti bisa dipakai lagi untuk pembelian tiket lagi. Sebagai info saja kredit akun itu sudah kami pakai untuk ke Korea bulan Januari yang lalu tapi hanya dapat tiket untuk tiga orang pp saja.
Tidak seperti biasanya di mana mengurus visa bisa membuat saya stress karena saking ribetnya menyiapkan berbagai persyaratan maka visa Australia justru sebaliknya. Pengurusannya amat sangat mudah dengan sistem on line. Kita hanya perlu upload dokumen-dokumen yang diminta.
Dokumen-dokumennya pun sederhana saja seperti paspor, rekening koran dan surat keterangan kerja. Cukup dengan klik, klik dan klik saja maka semua data dan dokumen yang diminta sudah terkirim semua.
Proses approvalnya juga cepat sekali. Hanya dalam hitungan hari maka saya sudah dapat email bahwa visa disetujui.
Saat pengisian data ada pertanyaan apakah ada anggota keluarga yang ikut. Sayapun memasukkan nama istri. Karena sudah ditanyakan maka saya mengira sekali apply adalah langsung untuk dua visa.
Karena itu saya kaget juga saat visa saya keluar namun visa istri tidak ada. Tapi setelah saya pelajari lagi ternyata setiap visa harus dimohon terpisah. Tapi proses permohonan bisa pakai akun saya yang sudah terdaftar. Jadi sayapun mengulangi proses yang sama untuk mengurus visa istri.
Approval visa istri juga cepat. Hanya dalam hitungan hari maka visa diapun sudah terbit. Akhirnya jadi jugalah kami ke Australia.
Bersambung